MEMBIASAKAN SARAPAN

“Yang penting berangkat dulu, Bu. Sarapan bisa nanti”. Tak jarang kalimat ini menjadi bagian kita setiap pagi. Sudahpun Anda menyiapkan sarapan, terkadang anak-anak masih enggan menyantapnya. Takut terlambat sekolah, alasan jitu yang memaksa Anda merelakan anak-anak pergi ke sekolah tanpa sarapan.

Healthy people, harusnya ini tak menjadi alasan bagi Anda untuk membiarkan anak menunda sarapan. Mengapa? Sarapan merupakan makanan pertama yang masuk ke dalam perut setelah sepanjang malam tidur. Makanan inilah yang kemudian diandalkan sebagai cadangan energi untuk kelangsungan aktivitas anak di sekolah.

Sarapan berperan melindungi tubuh terhadap dampak negatif kondisi perut kosong selama berjam-jam. Coba hitung, kala bangun tidur lambung anak sudah kosong selama sekitar 10 jam. Lambung yang kosong membuat kadar gula darah dalam tubuh anak akan turun drastis. Sehingga, perut harus diisi agar bisa beraktivitas secara optimal. Jika tidak, maka pasokan energi glukosa bagi otak bisa terganggu. Kalau sudah begini, kemampuan kognisi anak pun akan melemah. Sayang sekali, kan?

Nah, kalau kebiasaan buruk tak sarapan dipertahankan, bukan tidak mungkin anak akan menunjukkan gejala hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah). Gejalanya antara lain rendahnya kemampuan berkonsentrasi, cepat lelah, dan mudah mengantuk. Akibatnya, kemampuan anak menangkap pelajaran pun jadi rendah. Anak cenderung lamban dan tidak kreatif dalam berpikir.

Healthy people, biasakan anak sarapan setiap pagi agar anak mampu bermain dan belajar lebih baik. Pilih menu sarapan yang sehat agar anak bisa mendapatkan energi yang cukup, misalnya: sepiring nasi goreng lengkap dengan chicken nugget ditambah irisan sawi, lalu sajikan bersama secangkir teh manis atau susu. Yummy…dijamin anak-anak tak akan melewatkan sarapan.

Post a Comment