PILIHAN MAKANAN YANG TEPAT SUPAYA ANAK TIDAK MENJADI HIPERAKTIF

0 Comment

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang kalem, ada yang banyak gerak, suka berlari ke sana ke mari, ada juga yang justru tidak bisa diam sama sekali. Meskipun anak yang tidak bisa diam terkadang terlihat sebagai anak yang ceria dan rajin, tetapi anak seperti ini digolongkan sebagai anak yang hiperaktif.Sebuah masalah perilaku yang berlebihan dan tidak terarah.

Menurut istilah medis, anak hiperaktif dikenal dengan sebutan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder. ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan  aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak  menjadi berlebihan dan lebih agresif. Anak-anak  yang mengalami gangguan ini butuh perhatian khusus dan harus cepat  ditangani. Ada banyak faktor penyebab anak menjadi lebih hiperaktif, yakni sebagai berikut :

  • Faktor genetik atau keturunan. Menurut sebuah penelitian, 25-35% kemungkinan dari anak yang hiperaktif disebabkan karena faktor keturunan dari orang tuaya. Dan hal ini bisa terjadi lagi pada generasi selanjutnya.
  • Faktor neurologik atau karena dampak kesehatan ketika ibu sedang mengandung. Usia ibu hamil yang terlalu muda, atau kebiasaan buruk si ibu ketika hamil misal merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengakibatkan anak menjadi hiperaktif.
  • Bayi yang lahir dengan berat badan tidak ideal atau proses kehamilan yang sangat lama juga berpotensi membuat anak menjadi hiperaktif.
  • Anak mengonsumsi makanan dengan kandungan kimia yang kurang baik juga bisa membuatnya menjadi lebih hiperaktif dalam hal perilaku, indera tubuh, dan juga psikologis.

Selain terapi, menghindari makanan yang bisa memicu gejala  ADHD pada anak patut dilakukan. Lantas, makanan apa saja yang perlu  dihindari bagi anak ADHD? Berikut adalah tips tentang bagaimana ‘mengendalikan’ anak hiperaktif melalui makanan :

  • Batasi makanan yang mengandung bahan kimia dan zat pewarna buatan

Bahan kimia dan pewarna yang digunakan dalam makanan, berbahaya untuk tubuh terlebih untuk anak-anak, karena mereka lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa.Hal ini dapat menjadi penyebab hiperaktif pada anak.

  • Mengonsumsi buah dan sayuran segar

Sertakan selalu buah dan sayur pada menu si kecil. Jika ia tidak menyukai jenis sayur atau buah-buahan tertentu, cobalah terus aneka buah dan sayur lain yang sekiranya si kecil menyukainya.

  • Asupan protein

Usahakan untuk memberikan menu protein secara bergantian setiap hari (ayam, telur, tahu, tempe, ikan) sebagai menu makanan anak hiperaktif. Hindari daging merah, menurut beberapa penelitian, daging merah dapat memicu ADHD.

  • Air putih

Jadikan minum air putih menjadi kebiasaan. Sediakan sendiri minuman manis buatan sendiri atau malah juice buah segar buatan Bunda. Hindari pemberian jus dalam kemasan, karena mengandung gula yang tinggi dan juga bahan pengawet dan pewarna.

  • Batasi konsumsi permen, es krim, cake. coklat, keripik dan sejenisnya. Pembatasan jenis makanan tersebutakan membantu anak hiperaktif untuk menjadi lebih tenang dan terkendali, baik secara fisik maupun emosional.

Jika Bunda memiliki anak dengan kecenderungan hiperaktif, coba hindari dan batasi si kecil untuk mengonsumsi makanan tersebut di atas.Dan dalam keseharian, Bunda harus ekstra memberikan perhatian kepada si kecil karena tindakan yang dilakukan kerap membahayakan dirinya sendiri dan tidak terkendali.

https://doktersehat.com/apa-yang-menyebabkan-anak-hiperaktif/

https://id.theasianparent.com/anak-hiperaktif-cara-membuatnya-tenang-melalui-makanan/

https://kumparan.com/@kumparanstyle/10-makanan-yang-sebaiknya-dihindari-untuk-anak-hiperaktif