JANGAN MEMARAHI ANAK SUPAYA IA MENJADI PERCAYA DIRI

0 Comment

Jika si kecil melakukan perbuatan yang menurut orang tuanya tidak sesuai, perlukah ia dimarahi? Pada usia balita, banyak sekali hal-hal yang ingin diketahui dan dieksplorasi oleh si kecil, hal ini terkadang sering membuat orang tua hilang kesabaran dan berujung dengan marah. Tahukah Bunda, untuk hal-hal berikut tidak sepatutnya orang tua memarahi anak :

  • Menanyakan banyak hal

Orang tua harus bersabar menjawab beragam pertanyaan si kecil yang sering kali sangat detail.

  • Menangis

Tidak ada gunanya marah pada anak yang sedang menangis, lebih baikĀ  Bunda berusaha menenangkan si kecil.

  • Tidak mau berbagi

Jika ia tidak mau berbagi mainan yang sedang ia mainkan, beri saran untuk membagikan mainan lain yang sedang tidak ia pakai

  • Menolak jika diminta melakukan sesuatu

Beri pengertian bahwa ada hal-hal yang memang harus dilakukan

  • Berisik

Biarkan si kecil main sepuas hatinya, atau bernyanyi lagu-lagu yang ia suka

  • Merasa takut

Biasanya si kecil merasa takut jika bertemu orang baru. Yakinkan bahwa tidak perlu merasa takut, karena Bunda ada untuk menemaninya

  • Timbul perasaan iri atau marah

Ajarkan si kecil untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan dengan kata-kata dan perbuatan yang baik.

  • Berbuat kesalahan

Memarahi si kecil ketika berbuat salah, membuat ia menjadi anak yang takut untuk melakukan sesuatu.

Sering memarahi anak bukanlah solusi yang tepat untuk menjadikan anak lebih baik, justru malah memiliki banyak dampak negatif. Berikut diantaranya :

  1. Tidak percaya diri

Tindakan orang tua yang memarahi anak di muka umum, membuat anak menjadi minder dan tidak percaya diri.

  1. Anak menjadi agresif

Tindakan orang tua yang terus menerus memarahi anak, membuat anak bertindak agresif seperti memukul atau menyerang kawannya.

  1. Anak menjadi penakut

Cari tahu apa penyebab si kecil menjadi penakut, sebab perasaan takut yang berlebihan pada anak bisa jadi adalah dampak dari orang tua yang membentak anak pada saat marah.

  1. Membuat anak menjadi bandel

Karena sering kali melihat orang tua marah, maka anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Akibatnya ia menjadi anak yuang suka melawan orang-orang di sekitarnya.

  1. Anak menderita depresi

Marah secara berlebihan terlebih ditambah dengan memukul bisa menyebabkan anak mengalami depresi.Rasa depresi dan trauma bahkan bisa terbawa hingga anak dewasa.

  1. Menjadi anak yang anti sosial

Sering memarahi anak bisa membuat anak menjadi anak yang anti sosial. Ketika masuk ke dalam lingkungan sosial, ia cenderung tidak mau tahu kondisi sekitarnya. Menjadi anak yang pendiam dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik.

Bunda, marah ternyata bukan solusi yang tepat untuk memberi arahan kepada si kecil. Menyampaikan apa yang Bunda maksud dengan suara dan intonasi lembut serta memberi contoh yang baik adalah cara yang lebih tepat dan membuat anak merasa lebih dihargai.

https://hamil.co.id/anak/parenting/akibat-sering-memarahi-anak-balita

https://www.liputan6.com/health/read/3170431/tak-perlu-membentak-lakukan-ini-saja-saat-anak-berulah

https://id.theasianparent.com/alasan-tak-perlu-memarahi-anak/