BERSIKAP TEGAS DAPAT MENDIDIK ANAK MENJADI LEBIH BAIK

0 Comment

Memiliki anak yang makin beranjak besar, kerap kali membuat Bunda kewalahan.Tanpa disadari, Bunda akan bersikap marah dan bersikap keras kepada anak ketika ia dianggap berbuat salah. Ada juga tipe orang tua yang selalu memanjakan anak, membiarkan apa pun yang ia lakukan meski hal tersebut tidak benar dengan dalih tidak mau bersikap keras terhadap anak. Sebagai orang tua, sikap yang Bunda pilih untuk menghadapi polah tingkah anak akan membentuk karakter anak tersebut kelak di kemudian hari. Tahukah Bunda bahwa bersikap keras berbeda dengan bersikap tegas?

  • Bersikap tegas adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lebih efektif, mampu mempertahankan pendapat sendiri namun juga mampu menghargai hak dan keyakinan orang lain. Ketika bersikap tegas sebagai orang tua, Bunda harus mampu membuat peraturan untuk dipatuhi anak dengan memperhatikan kondisi anak tersebut. Jika ia berbuat salah, berilah kesempatan untuk menjelaskan apa yang menyebabkannya melanggar aturan tersebut.
  • Bersikap keras adalah sikap untuk menghakimi anak dengan agaria mau berubah, tidak jarang menggunakan kekerasan fisik sehingga membuat orang sakit hati. Anak tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan apa alasan ia berbuat hal tersebut.

Sering orang tua menyalahartikan dan tidak bisa membedakan bagaimana seharusnya bersikap tegas.Ingin bersikap tegas kepada anak, tetapi yang dilakukan justru bersikap keras. Meskipun tidak menggunakan kekerasan fisik, bersikap keras yang berlebihan dapat merusak mental anak, sehingga anak cenderung menjadi pribadi yang rentan akan depresi, menjadi pendiam atau mungkin menjadi seorang pemberontak.

Bagaimana cara yang tepat untuk bersikap tegas terhadap anak?

  • Kenali bagaimana karakter anak

Jika ikatan antara Bunda dan si kecil terjalin dengan baik dan akrab, maka Bunda akan mengenal dengan tepat bagaimana karakter si kecil dan cara untuk menyikapi setiap tindakannya. Perlu Bunda ketahui bahwa tiap anak memiliki karakter yang unik, meskipun saudara kandung.

  • Pilihlah kata-kata yang halus

Jangan menggunakan kata-kata kasar, pilihlah kata-kata yang halus ketika Bunda hendak memberi nasihat kepada si kecil.

  • Gunakan intonasi bicara yang lembut

Meskipun Bunda sedang emosi, tetap jaga intonasi ketika berbicara dengan si kecil.Karena intonasi yang tinggi menunjukkan sikap kasar.

  • Beri kesempatan anak untuk berargumentasi

Ketika Bunda menganggap si kecil berbuat salah, beri kesempatanuntuk menjelaskan apa yang membuat ia melakukan hal tersebut.

  • Ciptakan komunikasi persuasif

Ajaklah si kecil untuk bersama-sama memperbaiki kesalahan yang ia buat. Hal ini lebih baik dibandingkan jika Bunda hanya mengkritiknya saja.

Supaya si kecil dapat menerima tindakan tegas yang Bunda lakukan sebagai bentuk arahan, Bunda harus memberi penjelasa positif apa yang mendasari hal tersebut sehingga si kecil dapat menerimanya dengan baik dan dapat memperbaiki kesalahannya di waktu mendatang.